Di Balik Kritik Amin Rais Atas Prestasi Jokowi

Pada hari selasa 21 Agustus kompas menerbitkan artikel berjudul,'Amin Rais: Predikat Wali Kota Terbaik Menyesatkan.' Sesuai ramalan salah satu kompasianer, jika ada tokoh publik yang dalam tanda petik mencerca tokoh yang sedang menjadi kesayangan masyarakat, bisa dipastikan cercaan itu akan berbalik arah dengan intensitas yang luar biasa. Hal itu terlihat dari komentar-komentas pembaca yang mencapai 1058 hanya dalam jangka waktu kurang dari 14 jam. Sebagian besar (perkiraan kasar lebih dari 90% komentar berisi serangan balik terhadah isi artikel maupun integritas Amin Rais).
Dalam artikel ini kita akan kaji bersama, siapa sebenarnya yang didukung Amin Rais. Benarkah AR mencerca Jokowi? Ataukaaah AR pendukung Jokowi?

Mari kita urai sedikit isi artikel tersebut, dalam pembukaan pernyataannya, AR mengingatkan warga Jakarta untuk jeli dalam melihat kelebihan dan kekurangan calon yaitu Jokowi dan Foke. Sampai di sini pernyataan AR terdengar sangat bijaksana. Hingga kemudian AR menambahkan bahwa selama Jokowi menjadi walikota Solo angka kemiskinan meningkat. AR tidak menyebutkan sumber datanya secara khusus, tapi AR menyebutkan daerah Nusukan Solo sebagai contoh daerah kumuh. Dari data sebutan AR sekilas masyarakat dibuat bingung.

Satu sisi pemberitaan mengenai keberhasilan Jokowi telah beredar yang menciptakan citra positif Jokowi. Disisi lain muncul pernyataan dari seorang tokoh nasional yang menceritakan meningkatnya jumlah warga miskin di bawah pemerintahan Jokowi, yang tentu saja menciptakan citra negatif. Menanggapi pernyataan tersebut, sebagian besar komentar cenderung mengarah kepada memori kegagalan AR, integritas, bahkan sampai menyebut kegagalan putra AR dalam pencalonan wali kota jogja.

Jika kita telusuri lebih dalam, pernyataan AR ini merupakan pujian atas prestasi Jokowi. Ingat, dalam kalimat pertamanya AR mengingatkan warga Jakarta untuk JELI. Fakta bahwa angka kemiskinan di era Jokowi meningkat, betul adanya. Kenapa bisa begitu? Sederhana saja, Jokowi tidak setuju dengan indikator kemiskinan yang standar digunakan pemerintah. Dengan indikator standar tersebut pemerintah dengan bangga menceritakan keberhasilannya menurunkan angka kemiskinan warganya. Hal ini bahkan menjadi polemik dan lelucon yang tidak lucu.

Oleh karena itu jokowi menggunakan 25 indikator kemiskinan, jika dibandingkan jakarta yang hanya menggunakan 14 indikator tentu hasilnya berbeda. Dengan 25 indikator kemiskinan secara statistik diatas buku, hasilnya merugikan citra Jokowi, tapi rupanya Jokowi lebih mementingkan pengentasan kemiskinan dari pada pencitraan. Dengan mengetahui peta kemiskinan, Jokowi bisa membuat langkah yang tepat dan efektif. Pantas Solo memperoleh banyak penghargaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dari analisis tersebut bisa disimpulkan secara muter muter atau secara tidak langsung bahwa Amin Rais mengingatkan warga Jakarta untuk memilih Jokowi. Terima kasih untuk pak Amin Rais yang dalam beberapa kesempatan mengingatkan hal ini. Bahwa Jokowi lebih mementingkan pengentasan kemiskinan dari pada pencitraan.

----------------------------------------
Kira2 statement AR ini kritikan atau pujian? Dalam dunia politik, sebuah statement politik bisa berarti banyak makna, dalam dunia media massa bisa berarti banyak tafsir. Jika agan cukup jeli tentu akan dapat memahami makna statement politik dengan benar.

Selamat terguncyang kawan2 :beer:

kok terguncyang? :hammers


sumber :
http://nasional.kompas.com/
BUGIL DI HOTEL