Martua Sitorus, Terkaya, Batak Keturunan Tionghoa

[imagetag]

MARTUA Sitorus Wilmar adalah pemilik Wilmar International Limited dan menduduki kursi direktur eksekutif di perusahaan tersebut. Tercatat di Bursa Efek Singapura karena merupakan perusahaan yang sangat besar di Asia yang bergerak dalam bidang agrobisnis. Beliau memiliki berbagai macam perusahaan yang terkenal.
Minyak goreng Sania sebagai salah satu produk minyak goreng yang terkenal adalah hasil produk yang dibuat di salah satu perusahaannya.

Dengan jumlah 48 perusahaan yang dimilikinya, dia mampu meraup keuntungan yang sangat besar sekali. Total aset yang dimiliki oleh beliau sungguh sangat luar biasa sehingga bisa mencapai miliaran dolar Amerika. Pada tahun 2007 saja aset dari perusahaannya mampu menembus US$ 15,5 miliar.

Martua Sitorus. Orang Medan keturunan Tionghoa ini memiliki bisnis yang sangat maju. Bisnis yang ditekuninya dalam bidang palm oil ternyata mampu membawanya menjadi orang yang terkenal dan sukses. Palm oil terkenal di Indonesia sebagai minyak sawit. Perusahaannya mampu menghasilkan produk yang sangat bagus sehingga banyak orang yang memakainya. Produk-produk dari kelapa sawit memang beragam bentuknya. Dan hampir semuanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari banyak orang. Oleh sebab itu, bisnis ini dapat berjalan dengan baik dan berkembang seiring dengan waktu. Selain itu, beberapa bisnisnya yang dilakukan bersama dengan berbagai kolega dari luar negeri juga mampu memberikan nilai yang lebih baginya dan bagi perusahaannya.

Di dunia bisnis nasional Martua Sitorus tak banyak dikenal. Namun, nama ini masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia versi majalah Forbes. Dia menempati peringkat 522 terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan US$ 1,4 miliar. Dia juga sempat menyandang orang terkaya di Indonesia ke - pada 2007 dan ke 14 pada 2006 versi majalah yang sama.

Martua lahir 49 tahun lalu di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Ia sarjana ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan yang kecilnya dikenal dengan nama Thio Seng Hap dan dikenal juga dengan panggilan A Hok. Martua memulai karir bisnisnya sebagai pedagang minyak sawit dan kelapa sawit di Indonesia dan Singapura. Bisnisnya berkembang pesat. Pada 1991 Martua mampu memiliki kebun kelapa sawit sendiri seluas 7.100 hektare di Sumatera Utara. Pada tahun yang sama pula Martua bisa membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit pertamanya.

Dia memiliki 4 orang anak dan sekarang tinggal di Singapura. Ternyata, perubahan tempat tinggal mampu mengubah jalan bisnis yang dilalui olehnya. Walaupun saat ini tinggal di negara tetangga, namun lelaki yang lahir di daerah Pematang Siantar, mampu mengembangkan bisnisnya menjadi sangat besar. Upaya menjadi sangat besar sekarang ini dimulai dengan memulai bisnis sebagai seorang pedagang. Dia berusaha mendagangkan minyak sawitnya dan juga kelapa sawitnya di Indonesia dan Singapura.

Warga Batak keturunan Tionghoa kemudian melebarkan sayapnya dengan bendera Wilmar International Limited. Pembangunan biodiesel dilakukan di Riau pada 2007 dengan membangun tig a pabrik biodiesel, masing-masing memiliki kapasitas produksi 350.000 ton per tahun, sehingga total kapasitasnya 1,050 juta ton per tahun. Wilmar memiliki sekitar 48 perusahaan. Salah satunya adalah PT Multimas Nabati Asahan, yang memproduksi minyak goreng bermerek Sania. Dalam laporan keuangan Wilmar, total aset Wilmar pada 2007 mencapai US$ 15,5 miliar, dengan pendapatan US$ 16,46 miliar. Pada tahun itu Wilmar juga bisa membukukan laba bersih US$ 675 juta. (a.rahim/beragam sumber)

sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news.../#.UJHnx4a77cs

________________

ini dia juragan sawit [imagetag] BUGIL DI HOTEL