Oknum "KK" ketangkap selingkuh dengan guru honorer

Warga Desa Balai Makam, Mandau mengamankan oknum Kepsek dan guru honor perempuan yang diduga pasangan selingkuh. Saat diinterogasi Ketua RT setempat, sang Kepsek menolak tuduhan itu.

Riauterkini - DURI - Warga Jalan Siak, RT 04, RW 05 Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Selasa (2/10/12) sekitar pukul 21.30 WIB mengamankan ED, oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dengan ON, guru honor perempuan yang tengah berduaan di depan rumah kontrakan petak enam.

Pasangan yang diduga selingkuhan ini langsung diamankan warga ke rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) oleh tokoh masyarakat setempat untuk menghindari amukan pemuda yang telah mengintip gerak-terak mereka.

Meski sempat mengelak dengan tuduhan berselingkuh, namun keduanya tidak berkutik saat salah seorang pemuda nyeletuk mengatakan bahwasannya gerik sepasang insan tersebut sudah diintai sejak sepekan terakhir.

Saat berada di Rumah RT, oknum Kepsek itu menolak semua tuduhan warga, menurutnya, ia hanya membantu gurunya tersebut karena sedang kesusahan. Gurunya itu ingin meminjam uang karena butuh. Lalu ia berjanji bertemu di suatu tempat. Saat mau pulang, malam sudah berangsur larut. Merasa kasihan oknum Kepsek itu menawarkan jasa untuk mengantar pulang.

Nah, di saat pulang, memang malam sudah larut, kasihan melihatnya pulang seorang diri maka si oknum kepsek ini mengambil inisiatif mengantarkan perempuan itu pulang karena alasan jauh dan keselamatan.

"Saya hanya membantu, dia mau pinjam uang saya, kita janjian bertemu. Nah saat pulang dia sendirian. Karena kasihan rumahnya jauh, maka saya putuskan untuk antar dia pulang. Tidak ada apa-apa saya dengan dia," ujar ED membela diri.

Namun hal tersebut bertolak belakang dengan keterangan warga. Menurut Bahari, saat itu selepas isya, mobil yang dikendarai oknum kepsek itu datang ke rumah perempuan tersebut dan bergegas pergi. Melihat itu, Bahari dan kawan-kawan yang sudah lama curiga lantas menguntit kemana kedua pasangan itu pergi. Ternyata mereka pergi hingga ke Kulim Kilometer 14.

Setelah itu pulang kembali dengan cara yang kurang sopan, yakni dengan mematikan lampu mobil. Praktik ini sudah sepekan di perhatikan warga.

" Sudah seminggu mereka berduaan, kita sudah curiga, makanya kali terakhir ini kita kuntit, mereka berkeliling hingga ke KM 14 kulim sana, entah apa dilakukan mereka di dalam mobil itu. Pas pulangnya malah mengendap dengan mematikan lampu mobil jelas kami langsung curiga kami tangkap saja langsung,"cerita Bahari.

Masih menurut Bahari yang makin membuat rasa curiga makin tinggi tatkala keduanya di suruh menghubungi suami dan istri masing-masing. Keduanya malah mengelak dan mencari alasan yang tidak jelas.

"Masak perempuan itu di bilangnya suaminya tak punya hp, begitu juga oknum Kepsek itu, banyak kali alasannya saat kita suruh menghubungi anak dan istrinya. Jelas saja takut orang memang salah," pungkas Bahari.

Warga Minta Si Perempuan Langsung Pindah

Sesaat setelah kejadian, malam itu juga oknum guru honor itu langsung di suruh warga pindah. Warga tidak terima jika kampungnya di kotori oleh perbuatan tak senonoh tamunya.

Hal itu dibenarkan Pak H Jafri Ketua RT setempat. Menurutnya atas keputusan warga, perempuan itu harus pindah malam itu juga. Karena apa yang telah di perbuat telah mencoreng nama baik kampung. Warga tak mau jika kampungnya di cap jelek oleh warga kampung lain. Karena apa yang dibuat keduanya sudah tidak bisa di toleril lagi. Apa lagi keduanya adalah pendidik.

"Warga minta agar perempuan itu untuk segera pindah. Ini permintaan masyarakat. Maka harus di terima oleh perempuan itu," ujar H Jafri.***(hen)

sumber

hufff dunia makin edan. pantesan si oknum KK hari ini gak keliatan batang idung nya

[imagetag]
[imagetag]
ilustrasi guru nya
BUGIL DI HOTEL